Mataram: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, menyosialisasikan pelaksanaan kampanye pilkada bupati dan wakil bupati sesuai protokol kesehatan covid-19 kepada partai politik pengusung.

Kegiatan sosialisasi yang dihadiri oleh para perwakilan partai politik pendukung dua pasangan calon bupati dan wakil bupati tersebut dibuka oleh Ketua KPU Lombok Utara, Juraidin.

“Sosialisasi pelaksanaan kampanye tersebut urgen bagi kami. Oleh sebab itu, kami mengundang partai politik untuk menyamakan persepsi tentang kampanye tersebut, terutama bagaimana metode kampanye yang sangat berbeda pelaksanaannya di masa pandemi covid-19,” kata Juraidin di Kabupaten Lombok Utara, Rabu, 30 September 2020.

Acara tersebut juga dihadiri Kapolres Lombok Utara, AKBP Fery Jaya Satriansyah, Perwakilan Kodim 1606 Lombok Barat, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lombok Utara, Adi Purmanto, serta seluruh perwakilan partai pengusung kedua pasangan calon.

Juraidin menjelaskan kegiatan sosialisasi pelaksanaan kampanye tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi yang dilakukan beberapa waktu lalu yang membahas tahapan pelaksanaan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara, khususnya tahapan kampanye.

Menurutnya Peraturan KPU (PKPU) cepat sekali mengalami perubahan, termasuk regulasi yang mengatur tentang pelaksanaan kampanye. Ada empat PKPU yang menjadi pedoman pelaksanaan kampanye, yakni PKPU Nomor 6, Nomor 10, Nomor 11, dan Nomor 13.

Dari empat PKPU tersebut, satu di antaranya bersifat umum, yakni PKPU Nomor 11, sedangkan tiga lainnya bersifat khusus terutama menyangkut masalah pelaksanaan kampanye di masa pandemi COVID-19.

Juraidin juga menyampaikan bahwa metode kampanye ada yang tidak mengalami perubahan, seperti kampanye tatap muka terbatas dan dialogis. Namun, kampanye rapat umum dan pra konser serta lainnya sudah ditiadakan.

“Kampanye di musim pandemi intinya adalah melalui media sosial dan daring (online). Untuk itu, kami mengundang partai politik supaya nanti bisa menyampaikan ke simpatisan masing-masing dan para pasangan calon. Karena itu penting, jangan sampai di area kampanye terjadi perdebatan soal aturan,” jelasnya.

Sumber : medcom.id

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *