BADUNG – Sejak kemarin Satpol PP Badung bersama Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Kuta melakukan penurunan spanduk dan baliho Alat Peraga Sosialisasi (APS) paslon Bupati dan Wakil Bupati Badung.

“Kita hari ini melakukan penurunan spanduk dan baliho paslon yang ada ucapan hari raya. Kita ditugaskan dari tanggal 5 sampai tanggal 8 Oktober untuk menurunkan spanduk ataupun baliho yang ada di wilayah Kuta,” ujar Danru Satpol PP Badung BKO Kecamatan Kuta, I Nengah Wika, Selasa (6/10/2020).

Nengah Wika menambahkan hasil pemantauan tadi ada beberapa titik baliho dan spanduk yang sudah diturunkan sendiri oleh pemiliknya masing-masing.

Namun masih ada beberapa yang masih terpasang dan diturunkan.

di depan Patung Kuda Tuban, lalu di pertigaan depan Benoa Square, lanjut ke barat Jalan Pamelisan dan ke selatan Jalan Pantai Kedonganan. Kemarin kita turunkan ada 5 spanduk,” imbuhnya.

Pihaknya akan terus melakukan pemantauan jika nanti ada pemasangan baliho ataupun spanduk baru yang dipasang pendukung paslon di wilayah Kecamatan Kuta.

Apabila ada spanduk dan baliho liar di luar Alat Peraga Kampanye (APK) dari KPU akan kita turunkan.

Sementara itu Komisi Divisi Hukum Panwascam Kuta, Made Sudana menuturkan penurunan APS yang terdiri dari citra diri atau pengenalan diri bakal calon Bupati dan Wakil Bupati sudah tidak diperbolehkan karena sekarang telah masuk dalam masa kampanye yang sebelumnya telah melewati penetapan Paslon.

“Alat Peraga Sosialisasi yang terdiri dari citra diri, pengenalan diri, lalu ucapan selamat hari raya itu kita dampingi Satpol PP dalam melakukan penurunan. Dan ini sudah berjalan dua hari, ada kesadaran sendiri dari tim pemenangan, atau pun relawan dan tim kampanye sudah menurunkan sendiri,” jelasnya.

Sebelumnya kita melakukan koordinasi dengan mereka yang memasang dan beberapa dengan sukarela sudah menurunkan sendiri namun tadi masih kita temukan beberapa yang masih terpasang sehingga kita turunkan.

“Kini masuk masa kampanye, di mana nanti akan dipasang alat peraga kampanye dari KPU. APS itu dipasang oleh mereka dan sekarang masuk masa kampanye tidak kita perbolehkan. Nanti pemasangan APK sudah ditentukan titik-titiknya jika ada pelanggaran pemasangan di luar titik yang ditentukan baru kami (Panwascam) bersama Kepolisian, TNI dan Sat Pol PP melakukan penurunan,” jelasnya.

Sumber : tribun-bali.com

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *