GRESIK – Pasangan calon Moh.Qosim-Asluchul Alif (QA) menggelar bedah visi misi di sektor pertanian.

Sedangkan guna mensejahterakan petani, QA menawarkan program kartu petani bangkit.

Dalam acara open mic di posko kemenangan itu hanya dihadiri beberapa peserta dan tim pemenangan, termasuk Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir, anggota Gabungan Kelompol Tani (Gapoktan) Gresik, serta anggota Fraksi Gerindra dan Fraksi PKB DPRD Gresik.

Calon bupati Moh. Qosim memaparkan ketahanan pangan menjadi perhatian utama, khususnya para petani agar bisa bangkit dimasa atau setelah pandemi.

“Maka dari itu kita akan keluarkan kartu petani bangkit untuk para petani” ucapnya.

Kartu Tani Bangkit dimaksudkan untuk mempermudah masyarakat khususnya yang berprofesi sebagai petani.

“Akan mendapat perhatian lebih, tidak hanya persoalan produksi namun juga pemasarannya,” tuturnya.

Misalnya, tahap produksi pada musim kemarau selalu terkendala akibat kekeringan. Sehingga, banyak yang mengalami penurunan pendapatan hingga gagal panen.

Kemudian, pembangunan waduk dan kantong-kantong air menjadi penting. Master plan tentang normalisasi kali lamong juga akan memaksimalkan daya tampung air hingga mengaliri sawah-sawah masyarakat.

Selain itu, paslon nomor urut satu tersebut juga akan berfokus di sektor UMKM. Sebab, sektor tersebut salah satu yang paling terpukul akibat pandemi dan berbagai pembatasan aktifitas selama penegakan protokol kesehatan.

Calon wakil bupati, Asluchul Alif menyebut akan menjawab tantangan ekonomi di masa pandemi, dalam hal permodalan yang menjadi kendala juga sedang dibahas oleh legislatif,” terangnya.

“Ranperda (rancangan peraturan daerah) tentang kredit lunak, sehingga ada sinergi program yang pas antara legislatif dan eksekutif,” tutup pria yang juga menjabat Ketua DPC Gerindra ini.

Sumber : surya.co.id

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *