GUNUNGKIDUL – Pelaksanaan kampanye yang diupayakan secara daring atau online rupanya belum dimanfaatkan oleh para pasangan calon (paslon) Pilkada Gunungkidul 2020.

Padahal masa kampanye sudah dimulai sejak 26 September lalu.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani mengungkapkan belum ada tim paslon yang memulai kampanye daring.

“Jadwal yang masuk ke kami, belum ada yang akan memanfaatkan kampanye via media sosial dalam beberapa hari ke depan,” kata Hani pada wartawan, Senin (29/09/2020).

Sebelumnya, tiap paslon sudah menyerahkan daftar akun media sosial (medsos) yang akan digunakan sebagai sarana kampanye daring. KPU Gunungkidul mensyaratkan maksimal 20 akun medsos yang boleh digunakan untuk kampanye.

Hani pun kembali mengingatkan agar paslon tetap mengutamakan kegiatan kampanye secara daring.

Selain lewat akun media sosial, kampanye bisa memanfaatkan berbagai aplikasi telepon video yang tersedia.

Sebab merujuk pada PKPU 13/2020, kampanye terbuka dilarang dilakukan.

Pertemuan tatap muka dan dialog pun dibatasi hanya 50 peserta, serta wajib menjalankan protokol kesehatan.

“Paslon yang akan melaksanakan kampanye wajib mengirimkan tembusan ke KPU dan Bawaslu, termasuk yang dilakukan secara daring,” jelas Hani.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Jogja, sejumlah paslon tetap memasukkan pertemuan tatap muka sebagai opsi kampanye.

Salah satunya paslon Bambang Wisnu Handoyo dan Benyamin Sudarmadi.

Ketua DPC PDI-P Gunungkidul Endah Subekti sebagai partai politik (parpol) pengusung mengatakan kampanye dan sosialisasi akan dilakukan timnya hingga tingkat RT.

Namun ia pastikan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 tetap dipatuhi.

“Ya sama seperti kampanye-kampanye lalu, namun dengan jumlah peserta terbatas sesuai aturan KPU,” kata Endah beberapa waktu lalu.

Hal serupa juga dilakukan Sutrisna Wibawa, calon bupati Gunungkidul yang diusung oleh 4 parpol.

Metode grassroot menjadi opsi kampanye yang dilakukan pihaknya.

Pria yang berpasangan dengan Mahmud Ardi Widanto ini mengatakan tim kampanye dan relawan akan lebih banyak bergerak untuk sosialisasi. Ia mengklaim sosialisasi sudah menyentuh ribuan pedukuhan.

“Kami, lewat tim dan relawan, akan terjun langsung ke masyarakat untuk menggalang dukungan,” kata Sutrisna.

Sumber : tribunjogja.com

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *