WONOGIRI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wonogiri belum mencetak alat peraga kampanye (APK) bagi masing-masing pasangan calon (paslon), baik Joko Sutopo-Setyo Sukarno (Josss) ataupun Hartanto-Joko Purnomo (Harjo). Itu menyusul belum adanya kejelasan terkait polemik penggunaan slogan nyawiji.

Pihak pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Wonogiri Joko Sutopo-Setyo Sukarno (Josss) belum terpikir mengajukan sengketa terkait slogan nyawiji yang juga dipakai paslon lainnya ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Kami ingin mengedukasi masyarakat terkait etika dalam politik. Itu yang ingin kami tanamkan. Bukan masalah menang kalah,” tutur Ketua tim pemenangan Josss Sriyono, Kamis (1/10).

Menurutnya, di dalam berpolitik harus menjaga norma-norma yang ada. Itu dianggapnya sangat penting dan perlu diketahui masyarakat.

“Tujuan kami bukan itu (membuat gugatan sengketa ke Bawaslu). Kami ingin publik itu teredukasi, dalam kontestasi politik apapun haruslah memegang teguh etika berpolitik,” tegasnya.

Slogan nyawiji, imbuh Sriyono, kental dengan Joko Sutopo alias calon bupati petahana itu. Selain itu, ada proses panjang dalam penentuan slogan Go Nyawiji yang dibawa oleh paslon Josss di pilkada tahun ini.

“Slogan ini dikoneksikan dengan periode pertama (petahana) menjadi Go Nyawiji Sesarengan Mbangun Wonogiri. Branding ini kan kami bangun lama sekali. Tidak kami buat kemarin sore. Tidak instan begitu saja,” terangnya.

Sementara itu, calon wakil bupati Joko Purnomo saat dihubungi koran ini, siang kemarin, mengaku sedang dalam perjalanan. “Selamat sore, mas. Sekedap nggih (sebentar ya). Ini saya di mobil,” tulisnya dalam pesan singkat.

Terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wonogiri Toto Sihsetyo Adi mengatakan, saat ini pihaknya belum melakukan pencetakan alat peraga kampanye (APK). “Kami tunggu apakah ada gugatan ke Bawaslu atau tidak. Ketika tidak ada gugatan, kami baru cetak,” katanya.

Sekadar informasi, pembacaan deklarasi kampanye damai oleh paslon Josss maupun Hartanto-Joko Purnomo (Harjo) batal dilakukan, Sabtu (26/9).

Kala itu, Sriyono tidak sepakat dengan penggunaaan kata nyawiji yang digunakan dalam alat peraga kampanye (APK) kubu Harjo. Lengkapnya berbunyi Saiyeg Saeka Kapti, Nyawiji Milih Nomer Siji. Sriyono saat itu menyebut bahwa pihaknya sudah mem-branding paslon Josss dengan kata nyawiji.

Sumber : radarsolo

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *