SRAGEN – Pilkada Sragen 2020 hanya memunculkan satu Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati.

Ya, Paslon Kusdinar Untung Yuni Sukowati – Suroto menjadi paslon tunggal yang berlaga di Pilkada Sragen 2020.

Namun, Polres Sragen tetap mewaspadai berbagai tindak kriminal yang dimungkinkan terjadi saat berlangsungnya Pilkada.

PMenurut Kabag Ops Res Sragen Kompol Yohanes Trisnanto, kerawanan yang diantisipasi dari aksi penculikan, penganiayaan, pembunuh pengrusakan rumah, aksi teror dan masih banyak lagi.

“Perlu kami sampaikan, kerawanan Pilkada 2020 ada banyak mulai dari aksi penculikan, penganiayaan dan pembunuhan, pengrusakan rumah Paslon, tim sukses hingga penyelenggara Pilkada.” katanya saat rapat koordinasi lintas sektoral dan Deklarasi Damai dalam Rangka Pengamanan Pilkada Sragen Tahun 2020, di Mapolres Sragen, Jumat (25/9/2020).

“Pengrusakan kantor parpol, KPU, Bawaslu dan pemerintahan, aksi teror bom dan senjata kimia, black campaign, kampanye ajakan golput, konflik sara di media sosial / berita hoax,” terang Yohanes.

Berlangsungnya Pilkada ditengah Pandemi Covid-19 juga dimungkinkan adanya ketakutan masyarakat untuk datang ke TPS, tidak patuh protokol kesehatan hingga sabotase di gedung karantina Technopark Ganesha Sukowati Sragen.

Kegiatan yang dipimpin Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo di halaman Mapolres Sragen ini dihadiri bupati dan wakil bupati Sragen, calon bupati dan wakil bupati, forkopimda, KPU, Bawaslu, parpol serta beberapa dinas terkait.

Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo menyampaikan pihaknya akan mengawal terkait pola pengamanan dan kegiatan Pilkada Sragen guna mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Personil Polres Sragen saat ini sebanyak 981, untuk pengamanan pihaknya akan gunakan sesuai tahapan.

Tahap pemungutan 785 personil dengan BKO Brimob 1 pleton, BKO Solo Raya 1 kompi brimob, TNI sebanyak 290, Denpom 10, ditambah dari Linmas sebanyak 4.542.

Dandim 0725 Sragen, Letkol Inf Anggoro Heri Pratikno menyampaikan Danyon 408 Sbh mempunyai pasukan raider atau gultor yang kemampuannya dapat diandalkan, sehingga perlunya dilibatkan dalam pengamanan dalam Pilkada.

Menanggapi hal tersebut Raphael menyampaikan pasukan raider/gultor tidak sembarangan mengingat pasukan tersebut mempunyai kemampuan khusus.

“Seandainya kami tahu, bilamana pasukan raider atau gultor bisa kami gunakan sewaktu-waktu, akan kami masukkan, yang kami ketahui pasukan tersebut tidak sembarangan mengingat pasukan Raider mempunyai kemampuan khusus,” katanya.

Raphel juga menyampaikan sesuai data yang pihaknya peroleh dari KPU jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) sebanyak 748.043 dengan jumlah laki-laki 368.595 dan perempuan: 379.448.

“Sementara itu jumlah TPS sebanyak 2.271. Setiap dua polisi mengamankan 10 TPS dengan maksimum 2 polisi 14 TPS,” terang Kapolres.

Dalam Pilkada Sragen 2020 ini diikuti delapan parpol dimana lima Parpol sebagai parpol pengusung yakni PDIP, PKB, Golkar, Nasdem, PAN, satu parpol pendukung Demokrat dan dua parpol peserta Pilkada lainnya Gerindra dan PKS.

Usai penyampaian dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi dan komitmen calon bupati dan wakil bupati untuk siap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 pada semua tahapan pilkada serentak 2020 oleh paslon.

Sumber : tribunsolo.com

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *