TOBOALI, – Hari pertama tahapan kampanye Pilkada di Kabupaten Bangka Selatan, Selasa (29/9/2020), Bawaslu bersama petugas gabungan TNI/POLRI, Pol PP, Kesbangpol, dan Dishub melakukan penertiban baliho alat peraga kampanye di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman Toboali, karena merupakan daerah bebas dari alat praga kampanye.

Dalam penertiban alat praga kampanye tersebut, petugas menerjunkan satu unit mobil crane milik Dinas Perhubungan guna menurunkan dua baliho salah satu Paslon yang terpasang di tiang reklame berukuran besar dan menjulang tinggi tepat di tugu Nanas dan simpang Goes House Jalan Jenderal Sudirman.

Pantauan di lapangan, Ketua Bawaslu Basel, Sahirin turut andil menurunkan baliho besar di tiang papan reklame Tugu Nanas dengan cara naik keatas mobil crane. Baliho berukuran besar tersebut dilepas menggunakan pisau cutter, kemudian diangkut ke mobil petugas.

Dalam pantauan langsung dalam penertiban tersebut, alat peraga kampanye yang ditemukan berjenis baliho dan spanduk yang mana  didominasi dari paslon BERDOA Riza-Debby.

Selain  terpasang di dua papan reklame, spanduk Riza  banyak ditemukan di pelataran toko-toko yang ada di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.

Hingga penertiban selesai, terpantau hanya ada satu spanduk paslon RIDO Rina-Doni ditemukan petugas kemudian diturunkan. Sementara  baliho maupun spanduk dua paslon lainnya tidak ada yang ditemukan petugas.

Sahirin mengatakan penertiban tersebut dilakukan karena sepanjang jalan jenderal sudirman merupakan zona steril dari alat peraga kampanye.

“Dari mulai kantor camat sampai dengan Simpang Lima sudah menjadi kesepakatan bersama merupakan zona steril dari alat peraga kampanye,” ujar Sahirin.

Sebelumnya Bawaslu sudah mengimbau kepada paslon yang sudah ditetapkan sebagai peserta Pilkada untuk menurunkan alat peraga kampanye di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.

“Baliho kita temukan ada dua titik kayaknya baliho berbayar, lainnya dalam bentuk spanduk, dan yang mendominasi salah satu pasangan calon,” kata Sahirin.

Ia menambahkan, alat peraga kampanye di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dikecualikan yang terpasang di kantor pemenangan.

“Terkait zona alat peraga kampanye di Desa Desa kita kasih seluas-luasnya kecuali di tempat-tempat yang menjadi larangan untuk dipasang alat peraga kampanye seperti sarana pendidikan dan fasilitas ibadah,” tukasnya.

Sumber : wowbabel.com

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *