Tanjungbalai (SIB). KPU Tanjungbalai menyosialisasikan Peraturan KPU No 10 Tahun 2020 tentang pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, dan/atau walikota dan wakil walikota serentak lanjutan dalam kondisi bencana non alam Covid-19, di Tanjungbalai, Jumat (18/09/2020).

Sosialisasi dibuka Ketua KPU Luhut Parlinggoman Siahaan, didampingi seluruh Komisioner serta dihadiri Bawaslu, Satgas Covid-19, Polres Tanjungbalai, Kejaksaan, Kesbangpol, Alwasliyah, Muhammadiyah, serta perwakilan dari 3 bapaslon yang telah mendaftar pada pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungbalai tahun 2020.

Luhut menjelaskan tentang produk hukum sesuai peraturan KPU No 6 Tahun 2020 sebagaimana telah diubah terakhir dengan peraturan KPU No 10 Tahun 2020 terkait pelaksanaan pilkada serentak lanjutan di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

“Hingga saat ini KPU tinggal melaksanakan 2 tahapan pilkada yang sangat berpotensi dalam penyebaran Covid-19, yakni tahapan kampanye dan tahapan pemungutan, sehingga sangat diperlukan sosialisasi terkait pelaksanaan tahapan Pilkada sesuai protokoler kesehatan Covid-19, “kata Luhut.

Dikatakan Luhut, pada tahap kampanye nanti, setiap pasangan calon hanya bisa membawa massa 50 orang, dan apabila jumlah massa melebihi ketentuan, maka Bawaslu akan menindaklanjutinya. “Dari hasil Test PCR atau SWAB kepada ketiga paslon, ketiganya bebas Covid-19, sehingga tidak ada yang kita khawatirkan lagi. Dan pada saat rapat terbatas masyarakat jangan risau karena kami dari pihak KPU akan melakukan siaran langsung di Facebook KPU Tanjungbalai, “ujar Luhut.

sumber : hariansib.com

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *